Macam-Macam Pendekatan Pengajaran Matematika

A.          Pendekatan Konsep dan Pendekatan Proses

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep. (http://smacepiring.wordpress.com). Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik menguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.(http://www.sribd.com). Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.

Contoh pendekatan konsep adalah sebagai berikut :                               Dalam suatu pembelajaran guru akan mengajarkan materi tentang “ persamaan lingkaran yang berpusat di O(0,0) “. Pada awal pembelajaran guru meemberikan konsep dasar tentang rumus persamaan lingkaran yang berpusat di O(0,0) yaitu x² + y² = r². Siswa tidak diberikan penjelasan atau proses perolehan rumus tersebut. Guru langsung memberikan konsep dasarnya saja.

Pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses. (http://maistrofisika.blogspot.com). Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses.

Pendekatan proses penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik.

1

 

Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan  dan bahkan melakukan percobaan. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja, ketelitian, keakuratan, keuletan dalam bekerja dan sebagainya. Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar. (http://smacepiring.wordpress.com/).

Contoh Pendekatan Proses adalah sebagai berikut:

Dalam suatu pembelajaran guru akan mengajarkan materi tentang “ Teorema Phytagoras”. Pada awal pembelajaran guru memberikan rumus Teorema Phytagoras yaitu a² + b² = c². Kemudian siswa diminta untuk menemukan proses perolehan rumus tersebut.

Bukti:

A     a          P        b              B

b        c                             c      a

Q                                              S

a            c                     c          b

D       b              R       a      C

L      ABCD = L      PQRS + 4 x

( a + b )² = c² + 4 x  ab

a² + 2ab + b² = c² + 2ab

a² + b² = c² (Terbukti).

  1. B.           Pendekatan Deduktif dan Pendekatan Induktif

Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus.

Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus. (http://maistrofisika.blogspot.com).

Contoh pendekatan deduktif adalah sebagai berikut:

Seorang guru memberikan materi tentang volume balok kepada siswa. Pada awal pembelajaran guru memberikan definisi dan konsep mengenai balok dan rumus volume balok. Kemudian guru menerapkan rumus volume tersebut pada beberapa contoh soal. Selanjutnya guru memberikan beberapa tugas kepada siswa yang sesuai contoh yang telah diberikan. Tugas ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan.

Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus  menuju keadaan umum. Alternatif pendekatan pembelajaran lainnya selain dengan pembelajaran pendekatan deduktif adalah dengan pendekatan induktif . Beberapa contoh pembelajaran dengan pendekatan induktif misalnya pembelajaran inkuiri, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis kasus, dan pembelajaran penemuan. Pembelajaran dengan pendekatan induktif dimulai dengan melakukan pengamati terhadap hal-hal khusus dan menginterpretasikannya, menganalisis kasus, atau memberi masalah konstekstual, siswa dibimbing memahami konsep, aturan-aturan, dan prosedur-prosedur berdasar pengamatan siswa sendiri.

Contoh pendekatan induktif adalah sebagai berikut :

Seorang guru memberikan materi mengenai bangun datar persegi panjang. Diawal pembelajaran guru menyuruh siswa untuk membuat persegi panjang dengan menggunakan alat peraga berupa kertas. Siswa dituntut untuk membentuk kertas tersebut menjadi sebuah bangun persegi panjang. Siswa diperintah untuk berdiskusi tentang sifat – sifat bangun persegi panjang. Kemudian pada akhir pembelajaran siswa dan guru sama – sama saling menyimpulkan mengenai sifat – sifat bangun persegi panjang.

  1. C.          Pengajaran

Pengajaran merupakan aktivitas atau proses yang berkaitan dengan penyebaran ilmu pengetahuan atau kemahiran yang tertentu. Meliputi perkara-perkara seperti aktivitas perancangan, pengelolaan, penyampaian, bimbingan dan penilaian dengan tujuan menyebarkan ilmu pengetahuan atau kemahiran kepada pelajar-pelajar dengan cara yang berkesan.

Pengajaran lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang atau program tertentu, seperti agama dan kesehatan, keterampilan, pengajaran lebih bersifat kognitif dan afektif, memakan waktu yang relatif pendek, metode lebih bersifat rasional, teknik praktis, hanya mengusahakan isi.

Pengajaran merupakan pembinaan terhadap anak didik yang hanya menyangkut segi kognitif dan psikomotor saja yaitu agar anak lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berfikir kritis, sistematis, objektif ,dan terampil dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah ditentukan dari tujuan pendidikan.

Adapun menurut kamus besar bahasa Indonesia pengajaran berasal dari kata “ajar”, artinya petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut). Kamus besar bahasa Indonesia mengartikan pengajaran sebagai proses pembuatan, cara mengajar atau mengajarkan. Sedangkan istilah pengajaran dalam bahasa inggris disebut instruction atau teaching. Akar kata instruction adalah kata instruct, artinya to direct to do something, to teach to do something, to furnish with information, yakni memberi pengarahan agar melakukan sesuatu, mengajar untuk melakukan sesuatu, memberi informasi. Istilah pengajaran menurut Reber berarti  pendidikan atau proses perbuatan mengajarkan pengetahuan.

Menurut Tardif, pengajaran yaitu a preplanned, goal directed educational process designed to facilitate learning, jadi pengajaran adalah sebuah proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar.

 

  1. D.          Pengajaran Individual

Istilah “Pengajaran Individual” atau “Pengajaran Perseorangan” (Indiviaul Instruction) merupakan suatu siasat (strategi) untuk mengatur kegiatan belajar mengajar sedemikian rupa sehingga setiap siswa memperoleh perhatian lebih banyak dari pada yang dapat diberikan dalam rangka pengelolaan kegiatan belajar mengajar dalam kelompok siswa yang besar.

Menurut Duane pengajaran individual merupakan suatu cara pengaturan program belajar dalam setiap mata pelajaran, disusun dalam suatu cara tertentu yang disediakan bagi tiap siswa agar dapat memacu kecepatan belajarnya dibawa bimbingan guru. Pengajaran individual dapat mencakup cara-cara pengaturan sebagai berikut :

  1. Rencana Studi Mandiri (Independent Study plans)

Guru dan siswa bersama-sama mengadakan perjanjianmengenai materi pelajaran yang akan dipelajari dan apa tujuannya. Para siswa mengatur belajarya sendiri dan diberikan kesempatan untk berkonsultasi secara berkala kepada guru untukmemperoleh pengarahan atau bantuan dalam menghadapi tes dan menyelesaikan tugas-tugas perseorangan.

  1. Studi yang Dikelola Sendiri (Self-Directed Study)

Siswa diberi sejumlah daftar tujuan yang harus dicapai serta materi pelajaran yang harus dipelajari untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dilengkapi dengan daftar kepustakaan. Pada waktu-waktu tertentu siswa menempuh tes dan dinyatakan lulus apabila telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

  1. Program Belajar yang berpusat pada siswa (Learner-Centered Program)

Dalam batas-batas tertentu siswa diperbolehkan menentukan sendiri materi yang akan dipelajari dan dalam urutan yang bagaimana. Setelah siswa menguasai kemampuan-kemampuan pokok dan esensial, maereka diberi kesempatan untuk belajar program pengayaan.

  1. Belajar Menurut Kecepatan Sendiri (Self-Pacing)

Siswa mempelajari materi pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetakan oleh guru. Sema siswa arus mencapai tujuan pembelajaran khusus yang sama, namn mereka mengatur sendiri laju kemajuan belajarnya daam mempelajari materi pelajaran tersebut.

  1. Pembelajaran yang ditentukan oleh siswa sendiri (Student-Determined Instruction)

Pengaturan pembelajaran tersebut menyangkut: penentuan tujuan pembelajaran (umum dan khusus), pilihan media pembelajaran dan nara suumber,  penentuan alokasi waktu untukmempelajari berbagai topik,penentuan laju kemajuan sendiri, mengevaluasi sendiri pencapain tujuan pembelajaran, dan kebebasan untuk memprioritaskan materi pelajaran tertentu.

  1. Pembelajaran Sesuai Diri (Individual Instruction)

Strategi pembelajaran ini mencakup enam unsur dasar, yaitu :

  1. Kerangka waktu yang luwes.
  2. Adanya tes diagnostik yang diikuti pembelajaran perbaikan (memperbaiki keselahan yang dibuat siswa atau memberi kesempatan kepada isiwa untuk ;melangkah bagian materi pelajaran yang telah dikuasainya.
  3. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk memilih bahan belajar yang sesuai.
  4. Penilain kemajuan belajar siswa dengan menggunakan bentuk-bentuk penilaian yang dapat dipilih dan penyediaan waktu mengerjakan yang luwes.
  5. Pemilihan lokasi belajar yang bebas.
  6. Adanya bentuk-bentuk kegiatan belajar bervariasi yang dapat dipilih.
  7. Pembelajaran Perseorangan Tertuntun (Indivully Prescribed Instruction)

Sistem pembelajaran ini didasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran terprogram. Setiap siswa diarahkan pada program belajar masing-masing berdasarkan rencana kegiatan belajar yang telah disiapkan oleh guru atau guru bersama siswa berdasrkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan dirumuskan secara operasional. Rencana kegiatan ini berkaitan dengan materi pelajaran yang harus dipelajari atau kegiatan yang harus dilakukan siswa.

  1. E.     Pengajaran Klasikal

Pengajaran klasikal adalah model pembelajaran yang biasa kita lihat sehari-hari. Pada model ini, guru mengajar sejumlah siswa, biasanya antara 30 sampai dengan 40 orang siswa di dalam sebuah ruangan. Para siswa memiliki kemampuan minimum untuk tingkat itu dan diasumsikan mempunyai minat dan kecepatan belajar yang relatif sama. (http://celotehaja.wordpress.com).

Pengajaran secara klasikal berarti bahwa seorang guru melakukan dua kegiatan sekaligus yaitu mengelola kelas dan mengelola pembelajaran. Pengelolan kelas adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan pembelajaran secara baik dan meyenangkan yang di lakukan di dalam kelas. Di ikuti sejumlah siswa yang di bimbing oleh seorang guru. (http://ainunkusumaum.blogspot.com).

Hasil penelitian J. H. Pesta Lozzi mengejarkan bermacam-macam mata pelajaran pertukaran di sekolah sejak pesta lozzi pengajaran individual oleh seorang tutor. Pengajaran klasikal merupakan keharusan dalam menghadapi sejumlah murid yang membanjiri sekolah akibat demokrasi, indusrilisasi, pemeretaan, dan pendidikan atau kewajiban belajar. Dengan sendirinya di cari usaha untuk memperbaiki Pengajaran klasikal itu. metode pendidikan klasikal yang efektif dan paling baik bagi kelas atau kelompok guru yang di persiapkan adalah guru yang baik bagi kelas atau di akui sebagai tokoh yang melahirkan gagasan besar tentang pendidikan antara lain :

  1. Mendemokrasikan Pendidikan dengan menyatakan pendidikan adalah hak mutlak  dari setiap anak untuk mengembangkan potensi diri sepenuhnya.
  2. Mempsikologikan pendidikan yaitu teori dan praktek pendidikan harus didasarakan pada psikologi atau ilmu tentang karesteriski jiwa individu manusia.
  3. Mendasarkan pendidikan pada perkembangan organic dari pada pemindahan-pemindahan gagasan, yaitu pendidikan yang diberikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan dan pemahaman yang dimiliki siswa.
  4. Pendidikan mulai dengan presepsi tentang objek-objek yang konsrif, pembentukan tindakan-tindakan yang kongkrit dan pengalaman terhadap respon-respon emosional yang actual.
  5. Melalui perkembangan adalah sebuah pembangunan potensi secara berangsur-angsur setiap bentuk pengajaran harus dilakukan secara berlahan-lahan, melalui perjalan berangur-angsur sesuai pemekaran dengan kemampuan-kemampuan dari anak.
  6. Perasan-perasan keagamaan di bentuk mendahului dari kata-kata atau symbol-simbol yang di miliki anak.
  7. Perlu ada pandangan yang refosioner tentang disiplin yang didasarkan pada kemauan baik dan kerja sama antara pelajar dengan pengajar.
  8. Diperlukan alat baru dalam pendidikan guru dan studi tentang pendidikan sebagai sebuah ilmu (Mudyaharjo, 2001:121).

F. Metode Pengajaran Individual dan Klasikal

Pembelajaran individual dapat membantu proses belajar mengajar yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa secara individu. Untuk melaksanakan kegiatan belajar tersebut, diantaranya guru perlu memiliki kemampuan yang berkenaan dengan:

1. Mengkaji hasil prestasi belajar siswa

2. Merencanakan, melaksanakan, serta menilai program perbaikan dan

pengayaan hasil belajar siswa

3. Melaksanakan kegiatan belajar dalam latihan secara perorangan.

Kemampuan tersebut dalam pelaksanaannya perlu dilandasi dengan perhatian, bimbingan, dan motivasi dari guru. Kegiatan belajar perseorangan ditujukan untuk menampung kegiatan pengayaan dan perbaikan. Program pengayaan perlu diberikan kepada siswa yang memiliki prestasi atau kemampuan yang melebihi dari teman sekelasnya. Program pengayaan dapat dilaksanakan oleh setiap sekolah yang programnya disesuaikan dengan kondisi siswa dan kondisi sekolah yang bersangkutan. Sedangkan kegiatan perbaikan (remidial) dilaksanakan untuk membantu siswa yang kurang berhasil atau yang prestasinya dibawah rata-rata teman sekelasnya. Juga program perbaikan disediakan untuk siswa yang ketinggalan pelajarannya karena tidak masuk (tidak hadir) pada saat proses belajar mengajar tersebut berlangsung. Jadi pembelajaran individual pada dasarnya dilandasi oleh prinsip-prinsip belajar tuntas.

Contoh pembelajaran individual diantaranya adalah dengan menggunakan paket pengajaran Modul, baik dalam bentuk cetakan maupun CD interaktif. Dengan Modul ini siswa belajar secara perorangan, sehingga memungkinkan sekali siswa dapat maju sesuai dengan kecepatan masing-masing, tidak harus menunggu atau mengejar-ngejar siswa lain seperti halnya pada pembelajaran klasikal.

(Krismanto, Al, 2000, Penilaian Bahan Penataran Guru SLTP, Yogyakarta: PPPG Matematika Yogyakarta.)

Pembelajaran klasikal cenderung digunakan oleh guru apabila dalam proses belajarnya lebih banyak bentuk penyajian materi dari guru. Penyajian lebih menekankan untuk menjelaskan sesuatu materi yang belum diketahui atau dipahami oleh siswa. Alternatif metodenya cenderung dengan metode ceramah dan tanya jawab bervariasi atau metode lain yang memungkinkan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran.

Metode tanya jawab dan metode ceramah dalam pembelajaran klasikal sulit dipisahkan. Melalui metode tanya jawab memungkinkan adanya aktifitas proses mental siswa untuk melihat adanya keterhubungan yang terdapat dalam materi pelajaran. Pembelajaran klasikal akan memberikan kemudahan bagi guru dalam mengorganisasi materi pelajaran, karena dalam pembelajaran klasikal secara umum materi pelajarannya akan seragam diserap oleh siswa. baik urutan maupun ruang lingkupnya.

Pembelajaran klasikal dapat digunakan apabila materi pelajaran lebih bersifat informatif atau fakta. Terutama ditujukan untuk memberikan informasi atau sebagai pengantar dalam proses belajar mengajar. Sehingga dalam proses belajarnya, siswa lebih banyak mendengarkan atau bertanya tentang materi pelajaran tersebut. Secara proses pembelajaran klasikal dapat membentuk kemampuan siswa dalam menyimak (mendengarkan) dan membentuk kemampuan dalam bertanya. Motivasi dan membangkitkan perhatian siswa sangat penting dalam pembelajaran klasikal. Karena pembelajaran klasikal ini akan berhasil apabila ada keterkaitan antara stimulus dan respon dalam proses belajar mengajar.

Tanya jawab memungkinkan adanya interaksi dan komunikasi edukatif. Yang harus diperhatikan dalam melaksanakan proses belajar mengajar dengan tanya jawab diantaranya siswa terlebih dahulu harus sudah mengetahui informasi dasar melalui membaca atau mendengarkan tentang materi yang akan di bahas. Dalam proses tanya jawab guru harus dapat mengarahkan jawaban yang kurang tepat menjadi jawaban yang benar. Cara dan sikap yang baik dari guru akan membangkitkan motivasi dan percaya diri siswa dalam bertanya maupun menjawab. (As’ari, A.R., 2000, Peningkatan Mutu Pendidikan Matematika Makalah disajikan pada Seminar Nasional Peningkatan Kualitas Pendidikan

Matematika pada Pendidikan Dasar, Malang: UM Malang.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s